Tokoh Kita

Tokoh Kita : R. M. Abikoesno Tjokrosoejoso

Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu R. M. Abikoesno Tjokrosoejoso Abikoesno Tjokrosoejoso adalah salah satu Bapak Bangsa Indonesia yang lahir di Madiun pada 15 Juni 1897, dan merupakan adik kandung dari H. O. S. Tjokroaminoto. Beliau menyelesaikan studi di sekolah tinggi arsitektur Batavia, Architectsexamen pada 7 Februari 1925 dan di tahun yang sama berhasil meraih sertifikasi arsitektural dari Belanda. Pasca wafatnya H. O. S. Tjokroaminoto, Abikoesno Tjokrosoejoso dipercaya untuk meneruskan estafet kepemimpinan di Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) sejak 1934. Bersama Mohammad Husni Thamrin (Parindra) dan Amir Syarifuddin (Gerindo), beliau kemudian membentuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI) yang memperjuangkan pembentukan parlemen di Indonesia yang saat itu masih terjajah. Menjelang kemerdekaan, Abikoesno Tjokrosoejoso ikut terlibat di keanggotaan BPUPKI dan dipercaya masuk ke dalam Panitia Sembilan yang menyusun rumusan dasar negara dan rancangan konstitusi Indonesia. Kiprah beliau berlanjut di PPKI, dimana beliau dikenal sebagai penggagas naskah Sumpah Presiden. Setelah Indonesia merdeka, Presiden Sukarno mempercayakan beliau untuk merangkap jabatan Menteri Perhubungan sekaligus Menteri Pekerjaan Umum. Salah satu peninggalan monumental beliau saat menjadi Menteri Perhubungan selama 2 kabinet adalah pembukaan jalur kereta api Jakarta-Merak. Beberapa bangunan juga merupakan karya arsitektur beliau: Masjid Syuhada Yogyakarta, Gedung Museum M. H. Thamrin, Pasar Cinde Palembang dan Masjid Asy Syuro Garut. Pada 30 Agustus 1952, bersama dengan K. H. Abdul Wahid Hasyim (NU) dan Sirajuddin Abbas (Perti), beliau mendirikan Liga Muslimin Indonesia. R. M. Abikoesno Tjokrosoejoso wafat di Surabaya pada 11 November 1968 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Surabaya. Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung #kpu #komisipemilihanumum #kputemanggung #tokohkita #demokrasi #sejarah #perjuangankemerdekaan #foundingfathers #bpupki #panitiasembilan #abikoesnotjokrosoejoso #psii #masyumi

Tokoh Kita : H. Agus Salim

Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu H. Agus Salim H. Agus Salim adalah Pahlawan Nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Pandu Indonesia, lahir di Agam pada 8 Oktober 1884 dengan nama kecil Masyhudulhaq (pembela kebenaran). Beliau dicatat sejarah sebagai seorang orator, jurnalis dan diplomat ulung yang menguasai 9 bahasa. Saat muda beliau telah menoreh prestasi dengan menjadi alumni terbaik Hoogere Burgerschool (HBS) se-Hindia Belanda, sekolah menengah yang siswanya didominasi oleh anak Eropa. Namun permohonan beasiswa beliau untuk kuliah kedokteran di Belanda ditolak pemerintah Hindia Belanda. Beliau juga menolak pengalihan hak beasiswa oleh R. A. Kartini. Akhirnya pada 1906 beliau berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Kedutaan Besar Belanda dalam hal mengurus jamaah haji Hindia Belanda. Disana beliau banyak berguru pada Imam Masjidil Haram, Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang masih merupakan paman beliau dan juga guru dari K. H. Ahmad Dahlan serta K. H. Hasyim Asy'ari. Pada 1912 sepulang ke tanah air beliau mendirikan sekolah dasar berbahasa Belanda untuk pribumi. Sejak 1915 H. Agus Salim juga ikut aktif di Sarekat Islam, dan menjadi orang kedua disana setelah H. O. S. Tjokroaminoto hingga berhasil terpilih menjadi anggota Volksraad pada 1921. Beliau juga berkarier sebagai jurnalis yang aktif berkarya di berbagai surat kabar, termasuk mendirikan surat kabar Fadjar Asia bersama H. O. S. Tjokroaminoto pada 1927. H. Agus Salim terlibat sebagai anggota BPUPKI dan menjadi bagian dari Panitia 9. Beliau adalah penghalus bahasa dalam penyusunan batang tubuh UUD 1945. Setelah Indonesia merdeka, beliau dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri selama 3 kabinet (PM Sutan Syahrir, PM Amir Syarifuddin dan PM Mohammad Hatta), sebelum digantikan oleh Mr. Mohammad Roem. Peran beliau sangat besar bagi perjuangan diplomasi Indonesia, termasuk misi diplomasi untuk mendapatkan pengakuan perdana kemerdekaan Indonesia dari Palestina, Mesir, India, Suriah dan Vatikan, hingga Presiden Sukarno menjuluki beliau "The Grand Old Man" (sesepuh agung). Beliau terlibat sebagai delegasi Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PBB tahun 1947 yang membahas Agresi Militer Belanda I. Saat terjadi Agresi Militer Belanda II di 1948, Belanda menangkap Presiden Sukarno, Wapres Hatta dan H. Agus Salim di ibukota Yogyakarta. Ketiganya lalu diasingkan ke Sumatera. Beliau juga terlibat pada pelaksanaan Konferensi Meja Bundar di Den Hag tahun 1949. H. Agus Salim wafat di Jakarta pada 4 November 1954 dan dimakamkan di TMPN Kalibata. Nama beliau diabadikan menjadi nama jalan di berbagai kota dan nama gelanggang olahraga di Padang Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung #kpu #komisipemilihanumum #kputemanggung #tokohkita #demokrasi #sejarah #pergerakannasional #perjuangankemerdekaan #foundingfathers #bpupki #panitiasembilan #agussalim

Tokoh Kita : Prof. Mr. Mohammad Yamin

Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu Prof. Mr. Mohammad Yamin Mohammad Yamin adalah pahlawan nasional yang lahir di Sawahlunto pada 24 Agustus 1903. Beliau adalah sosok sastrawan, sejarawan, budayawan, politisi, sekaligus ahli hukum. Pasca pendidikan dasar di HIS Palembang dan AMS Surakarta, beliau menyelesaikan studi di Recht Hoogeschool te Batavia (sekarang Fakultas Hukum UI) pada 1932. Saat menjadi mahasiswa itu beliau aktif di Jong Sumatranen Bond, ikut menginisiasi Kongres Pemuda, hingga menyusun ikrar Sumpah Pemuda. Setelahnya, beliau aktif di Partindo (Partai Indonesia), lalu ikut mendirikan Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia). Pada 1939 Yamin dikeluarkan dari Gerindo dan mendirikan Parpindo (Partai Persatuan Indonesia), di tahun yang sama beliau berhasil terpilih menjadi anggota Volksraad. Saat pembentukan BPUPKI, Yamin menjadi salah satu anggotanya, bahkan menjadi bagian dari Panitia Sembilan yang bertugas untuk merumuskan dasar negara Indonesia. Yamin, Sukarno dan Supomo kemudian menyampaikan gagasan masing-masing mengenai lima prinsip/dasar falsafah negara. Salah satu gagasan besar Yamin adalah wilayah Indonesia yang akan merdeka bukan sekedar bekas wilayah jajahan Hindia Belanda, tapi juga mencakup Sabah, Serawak, Semenanjung Malaya dan Timor Portugis, yakni bekas wilayah Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Yamin kembali terlibat sebagai anggota PPKI dan masuk ke Panitia Tujuh yang bertugas melakukan finalisasi Undang-undang Dasar. Setelah Indonesia merdeka beliau mendapat berbagai amanah di pemerintahan: Anggota DPR (1950), Menteri Kehakiman (1951), Menteri Pengajaran, Pendidikan & Kebudayaan (1953-1955), Ketua Dewan Perancangan Nasional (1958-1963), Menteri Sosial & Kebudayaan (1959-1960), Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961-1962) dan Menteri Penerangan (1962-1963). Yamin menikahkan putra semata wayangnya dengan putri tertua Sri Paduka Mangkunagara VIII. Mohammad Yamin wafat di Jakarta pada 17 Oktober 1962 dan dimakamkan di Sawahlunto. Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung #kpu #komisipemilihanumum #kputemanggung #tokohkita #demokrasi #sejarah #mohammadyamin #yamin #pergerakannasional #perjuangankemerdekaan #foundingfathers #bpupki #panitiasembilan #sumpahpemuda

Tokoh Kita : Mr. R. Achmad Soebardjo

Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu Mr. R. Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo Achmad Soebardjo adalah pahlawan nasional yang lahir di Karawang pada 23 Maret 1896. Di usia muda beliau sudah aktif di Jong Java, hingga sempat mengetuai Perhimpunan Indonesia saat kuliah. Beliau berhasil menyelesaikan studi hukum di Universitas Leiden Belanda pada 1933. Beliau menjadi salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemedekaan Indonesia (BPUPKI), bahkan termasuk dalam keanggotaan Panitia Sembilan yang bertugas untuk merumuskan dasar negara Indonesia.Beliau adalah penggagas paragraf pertama Pembukaan UUD 1945, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan". Beliau juga kembali terlibat sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).  Pada 16 Agustus 1945 ketika barisan pemuda membawa Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Achmad Soebarjo adalah sosok yang berhasil menjemput beliau berdua dan memberi jaminan pada para pemuda dengan mempertaruhkan nyawa beliau, bahwa kemerdekaan Indonesia akan diproklamirkan di Jakarta tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pk 11.30 WIB. Kemudian pada penyusunan naskah Proklamasi, beliau adalah perumus kalimat pertama, "Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia". Setelah Indonesia merdeka, Achmad Soebardjo ditunjuk presiden untuk mengetuai Panitia Kecil yang bertugas menyusun organisasi pemerintah pusat, termasuk jumlah menteri yang akan dilantik. Beliau kemudian dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri pertama. Beliau juga merupakan pengusul diadakannya Rapat Raksasa di Lapangan Ikada.  Di masa tua, beliau  mengabdikan diri menjadi Guru Besar di Fakultas Kesusasteraan Universitas Indonesia. Mr. R. Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo wafat di Jakarta pada 15 Desember 1978 dan dimakamkan di Cipayung, Bogor Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung #kpu #komisipemilihanumum #kputemanggung #tokohkita #demokrasi #sejarah #achmadsoebardjo #pergerakannasional #perjuangankemerdekaan #foundingfathers #bpupki #panitiasembilan #menteriluarnegeri

Tokoh Kita : dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat

Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat adalah pahlawan nasional yang lahir di Yogyakarta pada 21 April 1879 dan merupakan keponakan dari dr. Wahidin Soedirohoesodo. Beliau menyelesaikan studi kedokteran di STOVIA pada Desember 1898 di usia 20 tahun, dan melanjutkan belajar kedokteran di Belanda, Jerman, Perancis, Inggris hingga Amerika. Setelahnya beliau diangkat oleh Sri Susuhunan Pakubuwana X menjadi dokter Kraton Kasunanan Surakarta dan bertugas pada berbagai rumah sakit di Surakarta, hingga memprakarsai dibangunnya apotek Panti Hoesodo dan rumah sakit Panti Rogo milik kraton. dr. Radjiman adalah salah satu pendiri dan pernah mengetuai Boedi Oetomo, hingga menjadi anggota Volksraad mewakili organisasi tersebut. Beliau juga turut aktif dalam pendirian Partai Indonesia Raya (Parindra) bersama dr. Soetomo. Pada 29 April 1945, beliau terpilih sebagai Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekan Indonesia (BPUPKI). Sidang-sidang BPUPKI menghasilkan berbagai pondasi penting Negara Indonesia, seperti bentuk negara kesatuan, bentuk pemerintahan republik, dasar negara Pancasila, rancangan konstitusi UUD, wilayah negara, bendera nasional, bahasa nasional dan lain sebagainya. Pasca pengeboman Hiroshima dan Nagasaki oleh sekutu, pada 9 Agustus 1945 Sukarno, Hatta dan Radjiman terbang ke Vietnam menemui Marsekal Terauchi untuk mendapatkan janji kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, dr. Radjiman ikut aktif menjadi anggota KNIP, DPA, hingga memimpin sidang DPRS pertama setelah dibubarkannya RIS pada 1950. dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat wafat di Ngawi pada 20 September 1952 dan dimakamkan di Sleman, berdekatan dengan makam dr. Wahidin Soedirohoesodo. Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung #kpu #komisipemilihanumum #kputemanggung #tokohkita #demokrasi #sejarah #radjiman #pergerakannasional #kebangkitannasional #dokterradjiman #bpupki

Tokoh Kita : Soegondo Djojopoespito

Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu Soegondo Djojopoespito Soegondo Djojopoespito adalah salah satu penting, di balik pelaksanaan Kongres Pemuda Indonesia II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Beliau lahir di Tuban pada 22 Februari 1905. Saat masa sekolah, beliau sempat mondok di rumah H. O. S. Tjokroaminoto di Surabaya (yang mempertemukan beliau dengan Sukarno) dan rumah Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Sejak tahun 1925 beliau mulai berkuliah di Rechtshoogeschool te Batavia (sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia). Soegondo mendirikan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) dan sudah turut serta pada Kongres Pemuda Indonesia I tahun 1926. Pada Kongres Pemuda Indonesia II tahun 1928 beliau terpilih menjadi ketua kongres. Kandidat ketua lain adalah Mohammad Yamin, yang akhirnya bertindak sebagai sekretaris dan Amir Syarifuddin sebagai bendahara. Kongres Pemuda Indonesia II pada 28 Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda yang secara ringkas disebut Trilogi: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Pada kesempatan itu pula untuk pertama kalinya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan oleh W. R. Soepratman. Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, di tahun 1928 Soegondo mendirikan Perguruan Rakyat di Jakarta. Kemudian sejak tahun 1930 beliau ikut mengajar di Perguruan Taman Siswa, sekaligus aktif di PNI yang dipimpin Sukarno. Pada 1934 Soegondo sempat ditangkap dan kemudian dilarang mengajar oleh pemerintah Hindia Belanda akibat sikap kritisnya. Pasca Proklamasi Kemerdekaan RI, beliau ikut aktif sebagai Anggota BP-KNIP, hingga ditunjuk menjadi Menteri Pembangunan Masyarakat pada 1949. Pada 1950 setelah RIS dibubarkan, beliau memilih untuk pensiun di usia 46 tahun dan hidup di Yogyakarta. Presiden Sukarno pernah menawari beliau berbagai posisi jabatan, namun beliau menolaknya. Soegondo Djojopoespito wafat di Yogyakarta pada 23 April 1978 dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Besar Taman Siswa. Kemenpora RI mengabadikan nama beliau pada gedung pertemuan pemuda Wisma Soegondo Djodjopoespito Cibubur. Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung #kpu #komisipemilihanumum #kputemanggung #tokohkita #demokrasi #sejarah #soegondo #pergerakannasional #kebangkitannasional #SumpahPemuda2025

Populer

Belum ada data.