Tokoh Kita : K. H. Abdul Wahid Hasyim
Hai #TemanPemilih, hari ini KPU Kab. Temanggung mengajak teman semua untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu tokoh Bangsa Indonesia, yaitu K. H. Abdul Wahid Hasyim
K. H. Abdul Wahid Hasyim adalah Pahlawan Nasional yang merupakan putra dari K. H. Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau lahir di Jombang pada 1 Juni 1914. Masa kecil beliau dilalui dengan menempuh Pendidikan di berbagai pondok pesantren, seperti Ponpes Tebuireng Jombang, Ponpes Siwalan Panji Sidoarjo dan Ponpes Lirboyo Kediri. Pada 1934 beliau kemudian berangkat ke Makkah untuk berhaji dan belajar disana.
Sepulang ke tanah air, tokoh yang menguasai 3 bahasa asing (Arab, Belanda dan Inggris) ini aktif di Nahdlatul Ulama dan Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), gabungan 13 partai politik dan ormas Islam di Hindia Belanda. Saat penjajah Jepang tiba di tanah air, MIAI dibubarkan dan berubah menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), dimana beliau terpilih sebagai ketuanya pada 24 Oktober 1943
Beliau juga ikut mendirikan Sekolah Tinggi Islam pada 1945, perguruan tinggi yang nantinya berubah nama menjadi Universitas Islam Indonesia. Menjelang kemerdekaan di tahun 1945 tersebut, di usia 30 tahun beliau dipercaya menjadi anggota Panitia Sembilan BPUPKI untuk ikut merumuskan dasar negara dan rancangan konstitusi.
Setelah Indonesia Merdeka, Presiden Sukarno mengangkat beliau menjadi salah satu Menteri Negara. Lalu saat negara berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS), PM Mohammad Hatta mempercayakan jabatan Menteri Agama pada beliau. Setelah RIS dibubarkan, jabatan Menteri Agama RI kembali dipercayakan pada beliau di Kabinet Natsir dan Kabinet Sukiman
Pada Muktamar NU ke-19 di Palembang tahun 1951, beliau terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). NU kemudian keluar dari Masyumi pada tanggal 5 April 1952. Di Pemilu 1955, NU berhasil meraih sebanyak 18.4% suara (peringkat 3), sedangkan Masyumi meraih 20.9% suara (peringkat 2).
K. H. Abdul Wahid Hasyim wafat di usia 38 tahun akibat kecelakaan pada tanggal 19 April 1953 dan dimakamkan di Tebuireng, Jombang. Salah satu putra beliau, K. H. Abdurrahman Wahid adalah Presiden RI ke-4 yang menjabat pada 1999-2001
Itulah kisah Tokoh Kita kali ini, nantikan kisah dari tokoh-tokoh lainnya yang akan dibagikan di media sosial KPU Kab. Temanggung