Pemilu 2019 Aman Damai, Partisipasi Pemilih Tinggi

November 29, 2019

Oleh: HENRY SOFYAN RO’IS

Komisioner KPU Kabupaten Temanggung

Divisi Sosialisasi,Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM

PERSAINGAN politik tensi tinggi antar-pendukung masing-masing pasangan calon presiden/wakil presiden menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 pada 17 April lalu, sempat dikhawatirkan akan diikuti dengan kekacauan (chaos) penyelenggaraan pesta demokrasi itu, serta terganggunya kondusifitas kehidupan berbangsa bernegara.

Namun, patut disyukuri, kekhawatiran yang beralasan itu ternyata tidak terjadi hingga selesainya penghitungan suara Pemilu 2019, bahkan sampai penetapan para calon terpilih untuk Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Secara nasional, pelaksanaan Pemilu 2019 terselenggara dengan lancar, aman, dan damai.

Termasuk pelaksanaan di Kabupaten Temanggung, juga lancar, aman dan damai hingga paripurna. Pada penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara), kalau di beberapa daerah lainnya terjadi kesalahan prosedur sehingga perlu ada pemungutan atau penghitungan suara ulang, untuk Kabupaten Temanggung hal itu sama sekali tidak terjadi.

Demikian pula, dalam tahapan rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), dan di kabupaten oleh KPU Kabupaten Temanggung, juga relatif berjalan lancar. Tidak ada hal krusial terkait hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh PPK/KPU yang dipersoalkan Panwascam/Bawaslukab (Panitia Pengawas Kecamatan/Badan Pengawas Pemilu Kabupaten) atau para saksi peserta Pemilu di tingkat kecamatan/kabupaten.

Semua pihak tersebut dapat menerima hasil Pemilu 2019 di Kabupaten Temanggung. Tidak ada protes atau penolakan, apalagi sampai disertai sikap anarkis dari masing-masing pihak menyangkut hasil penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh penyelenggara Pemilu di Kabupaten Temanggung.

Meski demikian, memang sempat ada gugatan di MK (Mahkamah Konstitusi) terhadap hasil Pemilu 2019 untuk DPR RI di Dapil (Daerah Pemilihan) Jateng VI, yang meliputi Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo dan Kota Magelang. Ada dua partai yang mengajukan gugatan atau permohonan PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) ke MK, yakni PDIP dan Nasdem. Namun MK memutuskan tidak mengabulkan gugatan kedua partai tersebut.

Suasana kondusif juga terjaga selama proses Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Temanggung. Berkat kedewasaan masyarakat dan pemilih, kondisi sosial yang tenteram, tertib, aman, dan damai tetap tercipta selama perhelatan tersebut. Aparat keamanan, meliputi Hansip, Satpol PP, Kepolisian dan TNI, juga senantiasa siap siaga selama pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilu 2019.

Berkait penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Temanggung yang sakit ketika menjalankan tugas pada hari pemungutan suara tercatat sebanyak 32 orang. Mereka meliputi anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), PPS (Panitia Pemungutan Suara), PPK, serta unsur sekretariat PPS dan PPK. Kemudian yang meninggal dunia ada dua orang, yakni Hadi Iskandar (Sekretariat PPS Desa Ngadimulyo, Kedu) dan Hafiz Abdullah (KPPS TPS Desa Tepusen, Kaloran). Para penyelenggara Pemilu yang sakit dan meninggal itu telah diusulkan ke KPU RI untuk mendapatkan santunan.

Perolehan Suara Pemilu

Adapun hasil perolehan suara masing-masing partai peserta Pemilu 2019, untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten Temanggung ialah, PKB (81.576 suara), Gerindra (51.094 suara), PDIP (92.939 suara), Golkar (64.186 suara), Nasdem ( 26.033 suara), Garuda (1.089 suara), Berkarya (3.534 suara), PKS (34.039 suara), Perindo (4.062 suara), PPP (48.428 suara), PSI (2.099 suara), PAN (38.242 suara), Hanura (26.141 suara), Demokrat (19.992 suara), PBB (534 suara), dan PKPI (247 suara).

Dari perolehan tersebut, empat besar partai yang mendapatkan dukungan suara terbanyak berturut-turut ialah, PDIP, PKB, Golkar dan Gerindra. Sehingga, sesuai aturan, PDIP berhak mendapatkan jabatan Ketua DPRD Temanggung, lalu PKB, Golkar dan Gerindra, masing-masing berhak atas jabatan Wakil Ketua DPRD (jumlah wakil ketua 3 orang).

Berdasar perolehan suara masing-masing partai itu pula, melalui metode penghitungan suara saint lague pada setiap dapil (Temanggung I hingga Temanggung VI), dapat diketahui partai-partai yang mendapatkan 45 kursi DPRD Temanggung. Yakni, PDIP (9 kursi), PKB (7 kursi), Golkar (6 kursi), Gerindra (5 kursi), PPP (5 kursi), PAN (5 kursi), PKS (3 kursi), Hanura (2 kursi), Nasdem (2 kursi) dan Demokrat ( 1 kursi).

Selanjutnya, penentuan nama-nama caleg terpilih yang berhak menduduki kursi DPRD Temanggung dari partai-partai itu adalah didasarkan pada peringkat caleg dengan perolehan suara terbanyak pada partai dan dapil bersangkutan. Untuk PDIP, nama-nama caleg terpilih itu adalah, Agung Priyo Widodo dan Ika Rizkawati (Dapil I), M Subchan Bazari dan Hernandia Happy Safitri (Dapil II), Intan Kurniasari (Dapil III), Titik Winarti (Dapil IV), Yunianto (Dapil V), Gunawan Adi Purnomo dan Dwi Sulistyowati (Dapil VI).

Berikutnya, untuk PKB, yakni M Said Daud (Dapil I), Dedi Haryadi dan Matoha (Dapil II), Tri Eko Wasti (Dapil III), Mahzum (Dapil IV), Muh Amin, (Dapil V), Umi Tsuwaibah (Dapil VI). Untuk Golkar yaitu, Dwi Linda Wati (Dapil I), Tunggul Purnomo (Dapil II), Jumadi (Dapil III), H Djardjono (Dapil IV), Ishadi (Dapil V), Slamet (Dapil VI). Untuk Gerindra ialah, Chakiem Harmoko (Dapil I), Andoyo (Dapil II), Indah Cahyani (Dapil III), Yani Kusnita (Dapil IV), Daniel Indra Hartoko (Dapil VI).

Lalu untuk PPP, Rochmat Fauzi (Dapil I), Nurofik (Dapil II), Mahbub (Dapil IV), Slamet Eko Wantoro (Dapil V), Ahmad Syarif Yahya (Dapil VI). Untuk PAN yakni Broto Hadi Sukoco (Dapil I), Budi (Dapil III), Erda Wachyudi (Dapil IV), Bejo Tursiyam (Dapil V), Badrun Mustofa (Dapil VI). Untuk PKS, yakni Arif Noorhadi Subroto (Dpail I), Permatri Dany Wismasitasari (Dapil II), Elynawati (Dapil IV). Untuk Hanura yaitu Siti Margo Lestari (Dapil I), Isnarwandi (Dapil VI). Untuk Nasdem ialah Umi Fadhilah (Dapil II), Siti Kustijah (Dapil V). Serta Demokrat ialah Muh Taryono (Dapil III).

Dari para caleg yang terpilih itu, tercatat 15 orang merupakan perempuan, atau sebesar 33,3 persen dari total 45 anggota DPRD Temanggung. Kemudian untuk caleg dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2019 ialah Dwi Lindawati (Golkar) yang mendapat dukungan 8.504 suara pemilih.

komisioner KPU Temanggung, Henry sofyan

Partisipasi Pemilih

Pada Pemilu 2019, angka partisipasi pemilih, atau persentase jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya dari total pemilih terdaftar, sangatlah tinggi. Secara nasional, angka partisipasi pemilih adalah 81 persen. Yakni, ada 158.012.506 pemilih yang menggunakan hak pilihnya, dari keseluruhan jumlah pemilih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 199.987.870 orang. Tingkat partisipasi itu melampaui target KPU RI yang sebesar 77,5 persen, juga meningkat signifikan dibanding partisipasi pemilih pada Pileg 2014 sebesar 75,10 persen, dan Pilpres 2014 sebanyak 69,58 persen.

Demikian pula di Kabupaten Temanggung, dengan jumlah pemilih di DPT Pemilu 2019 sebanyak 602.309 orang, angka partisipasinya juga tinggi. Yakni, sebesar 87,70 persen untuk Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, lalu 87,63 persen untuk pemilihan DPR RI, sebesar 87,66 persen untuk pemilihan DPD RI, 87,66 persen untuk pemilihan DPRD Provinsi Jateng, serta untuk DPRD Kabupaten Temanggung Dapil I sebesar 87,59 persen, Dapil II 88,57 persen, Dapil III 87,57 persen, Dapil IV 89,03 persen, Dapil V 86,80 persen, dan Dapil VI 85,82 persen.

Angka partisipasi pemilih tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan capaian pada Pilpres 2014 lalu, yang sebesar 83,54 persen. Juga, dibandingkan dengan Pileg 2014, yang angka partisipasi pemilihanya 84,54 persen. Tingginya, angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 itu, selain karena sosialisasi dengan gencar yang selama ini dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Temanggung dan jajarannya, tentu saja juga berkat peran dan kontribusi dari semua pihak, termasuk sosialisasi atau kampanye oleh peserta pemilu, sosialiasi berbagai lembaga terkait, serta kesadaran, kepedulian dan soliditas sosial masyarakat Kabupaten Temanggung yang tinggi.